PERCAKAPAN: DENGAN SEORANG SATANIS TEISTIK

Pencipta: Ria Dara

Suatu peringatan yang saya perlu tekankan.

Tujuan saya berinteraksi, berdiskusi, dan/atau berdebat bersama orang-orang online adalah untuk mendapatkan pengertian yang lebih akurat dan koheren mengenai kepercayaan-kepercayaan yang mereka miliki. Ini entah kepercayaan-kepercayaan yang ada di bidang filosofi, agama, politik, dan bidang-bidang lain. Sehingga, semua respon dan pertanyaan yang saya ajukan ke interlokutor (teman bicara) saya seharusnya memiliki tujuan itu. Jika ada bagian dari percakapan yang saya sebarkan ternyata anda temukan tidak selaras dengan tujuan itu, maka saya mohon untuk tidak ragu-ragu berkomentar untuk menunjukan kesalahan saya ini.

Di saat yang sama, alasan mengapa saya menyebarkan percakapan berikut adalah tidak hanya untuk mencoba untuk memperluas wawasan kita semua mengenai keberadaan kepercayaan-kepercayaan interlokutor saya, namun juga untuk membantu diri kita masing-masing mencerna kepercayaan-kepercayaan kita dengan logis dan konsisten. Ini mengapa saya juga mengadakan komentar/analisa saya mengenai interaksi tersebut di postingan yang setelah ini. Agar kita bisa mengidentifikasi alasan-alasan yang mirip, jika bukan sama, yang kita pakai untuk membenarkan suatu hal dalam pikiran kita, dan agar kita bisa mencari tahu reliabilitas alasan-alasan tersebut sebagai basis dari kepercayaan kita.


Percakapan berikut adalah suatu interaksi yang saya miliki pada akhir-akhir bulan Mei. Percakapan aslinya berlangsung dalam Bahasa Inggris sehingga saya sendiri mengambil tanggung jawab untuk mentranslasikannya ke Bahasa Indonesia demi penulisan artikel ini. Dengan kata lain, saya tidak membagi langsung percakapan ini dalam bentuk aslinya. Meskipun, ini tidak hanya karena saya percaya bahwa percakapannya bisa lebih dicerna dalam Bahasa Indonesia demi artikel ini, namun juga karena sebab-sebab hukum yang berpotensi saya langgar jika saya membagi percakapan ini dalam bentuk aslinya.

Partisipan Percakapan:

RD: Ria Dara

SS: Seorang Satanis Teistik


RD: Jadi, debat/diskusi macam apa yang sudah terjadi? Topik macam apa yang saya bisa harapkan di diskusi-diskusi yang akan datang? Adakah rencana-rencana untuk server ini atau apakah kamu sekarang hanya mengimprovisasi saja?

SS: 1. Sekarang, untuk sebagian besarnya, kita ingin Debat Religi.

  1. Hanya mengimprovisasi saja, tetapi aku akan menerima saran-saran.

Walaupun Religi, kamu juga bisa membicarakan tentang evolusi dan sebagainya juga kok.

RD: Begitu. Tujuan kamu apa untuk diskusi-diskusi ini? Untuk mencapai suatu kesimpulan yang disetujui semua orang, atau hanya membagi pandangan-pandangan dunia?

SS: Membagi pandangan-pandangan dunia, menurut ku. Sejumlah orang benar-benar tidak bisa diperdebatkan dengan logis dan akan hanya tidak setuju denganmu.

RD: Oke, maka aku secara pribadi akan fokus untuk mencoba mengerti argumen-argumen yang dipersembahkan oleh orang lain. Sudahkah kamu membagi pandangan duniamu?

(Dan aku setuju bahwa adakalanya orang-orang memiliki kebiasaan tersebut, namun aku secara pribadi mau berharap bahwa suatu server diskusi/debat akan meminimalisir kebiasaan seperti itu)

SS: Pandangan duniaku sebagian besarnya berdasar pada Sains dan beberapa pengalaman pribadi dengan yang Supernatural.
Maka, evolusi itu nyata dan sebagainya.

RD: Hmm, beri tahu aku lebih banyak. Apa nilai-nilai intinya? Dalam maksud, aksi-aksi apa yang kamu dukung / bantah, dan apa alasan-alasan untuk hal ini?

SS: Bantah? Tentunya, Kekristenan dan Islam.
Dukung? Bahwa ada suatu mahluk yang bernama Satan/Lucifer yang merupakan suatu Tuhan dan memainkan peran dimana manusia tidak akan punah dari berbagai kejadian yang bisa memusnahkan kemanusiaan.

RD: Maaf, kalimat terakhir tersebut agak aneh untuk dibaca. Memainkan suatu peran agar manusia tidak akan punah? Apakah ini maksudmu?

SS: Manusia hampir punah beberapa kali, sampai ke titik dimana hanya beberapa ratusan yang tertinggal. Aku percaya Lucifer membantu kita di momen-momen tersebut.

RD: Oke. Apa alasan-alasan utama mu untuk mempercayai hal itu? Alasan utama, dalam maksud, jika alasan-alasan tersebut ternyata salah, kamu akan merubah pikiranmu mengenai kepercayaan tersebut.

SS: Pengalaman pribadi, bercakap-cakap dengan Iblis, namun menurutku ini suatu hal yang kamu tidak bisa tentang.

RD: Pengalaman pribadi? Apakah kamu bisa memberi tahu aku lebih banyak tentang ini?

SS: Melalui Mediasi dan pada dasarnya memasuki suatu Keadaan Berdoa memperbolehkan aku untuk berbicara kepada Iblis mengenai hal-hal seperti ini, maka ia sendiri yang mengatakannya.

RD: Huh, apa itu Mediasi dan Keadaan Berdoa yang kamu bicarakan itu? Apakah itu seperti suatu keadaan pikiran yang spesial?

SS: Susah untuk digambarkan, itu seperti suatu keadaan pikiran yang bebas dan damai yang kamu masuki.

RD: Apa yang menjadi alasan utama untuk berpikir bahwa Iblis dengan sendirinya berbicara denganmu?

SS: Saat itu ada Suara, seseorang pastinya berbicara dengan aku, Suara tersebut pastinya Satan, ia tidak mengatakannya namun saat itu aku sudah menjadi seorang Satanis sehingga aku mengetahui itu adalah dia.

RD: Kalo begitu, apa yang membuatmu seorang Satanis dari awalnya?

SS: Saat itu, aku ingin mengetahui tentang hal itu dan anggota-anggotanya mengatakan bahwa merupakan suatu hal yang gampang untuk berbicara dengan Satan, berbeda dari agama-agama lain dimana susah untuk berbicara dengan Tuhan. Jadi, aku mencobanya.

RD: Aku mengasumsi bahwa yang kamu maksud dengan seorang Satanis adalah seseorang yang percaya kepada keberadaan Satan, apakah ini suatu deskripsi yang cocok?

SS: Aku seorang Satanis Rohaniah, jadi kamu bisa mengatakan bahwa aku juga percaya kepada “Sihir”.

RD: Oke, namun apakah Satanisme dengan sendirinya perlu mempunyai hal Sihir ini dalam definisinya? Aku berasumsi bahwa Satanisme hanyalah kepercayaan terhadap keberadaan suatu mahluk yang bernama Satan.

SS: Jika Satanisme Teistik disebutkan, maka Sihir akan dilibatkan karena Satan ingin kita mendapatkan kekuatan-kekuatan. Satanisme Ateistik juga percaya kepada Sihir sampai TARAF TERTENTU.

RD: Begitu. Aku akan menerima kata-katamu karena aku tidak akrab dengan Satanisme. Namun, apakah menurut mu ini adalah kepercayaan dimana Satan perlu dengan sendirinya datang langsung sebelum kamu datang ke kesimpulan bahwa ia nyata? Kamu menyebut bahwa kamu ingin mencobanya, namun sebelumnya lagi kamu menyebut bahwa kamu sudah percaya Satan nyata sampai batas tertentu sebelum kamu sebenarnya berbicara dengan Satan.

SS: Pada dasarnya, kamu perlu berbicara langsung dengan Satan karena Satan tidak mencoba untuk mencarimu, kamu mencari dia, jika kamu mencari sedikit saja kamu akan mencari dia dengan cukup mudah. Mempercayai Satanisme 100% sebelum itu hanyalah sesuatu yang tidak logis karena pada dasarnya tidak ada bukti akan keberadaan Satan selain Sihir.

RD: Tentunya, aku tidak bermaksud menghina. Tapi, dari apa yang ku mengerti proses pikirannya agak melingkar, jadi mungkin aku salah mengerti suatu hal. Kamu katakan,

“Pada dasarnya, kamu perlu berbicara langsung dengan Satan karena Satan tidak mencoba untuk mencarimu, kamu mencari dia, jika kamu mencari sedikit saja kamu akan mencari dia dengan cukup mudah.”

Namun jika itu kasusnya, bukankah kamu sudah pada awalnya mencapai kesimpulan bahwa Satan itu sudah ada? Kamu berbicara kepada Satan karena Satan tidak mencoba untuk mencarimu, namun dari apa yang ku mengerti, kamu secara tidak sengaja mengimplikasikan bahwa kamu sudah mempercayai keberaadaan Satan sebelum kamu “menemukan dia”.

Apakah menurutmu ini sebanding dengan aku mengatakan bahwa aku menemukan Allah karena aku mencari dia?

SS: Lihat, aku mencoba mengatakan, aku menemukan Agamanya, mereka bilang untuk dikonversikan, berbicaralah dengan Satan melalui Meditasi, dan aku melakukannya, kemudian aku dikonversikan.

RD: Apa yang kamu maksud ketika kamu mengatakan bahwa kamu menemukan Agamanya? Apa menurutmu sejumlah Lompatan Iman untuk Satanisme adalah satu deskripsi yang akurat untuk apa yang kamu telah lakukan, dimana setelah Lompatan Iman ini, kamu akhirnya berhasil untuk berbicara kepada Satan dan konversi, dan seterusnya?

SS: Benar, pada dasarnya Lompatan Iman. Itu satu cara yang baik untuk mengatakannya.

RD: Baiklah kalo begitu. Apakah tidak kasusnya bagimu bahwa orang lain yang menggunakan metode yang sama untuk tiba di agama mereka, sama-sama sahih dalam kepercayaan mereka kepada – sebagai contoh – Allah, Yesus, Wisnu, dan lain-lain?

SS: Menurut ku tidak karena mereka mengklaim bahwa mereka mempunyai Buku-Buku Suci tanpa ada Kesalahan, padahal mereka mempunyai kesalahan dan tidak hanya pada Translasi.

Juga, di beberapa kasus, Agamanya melawan fakta.

RD: Begitu. Jadi, apakah kamu mengatakan bahwa jika buku-buku suci agama mereka ada suatu kesalahan – dimana sebelumnya buku suci tersebut mengatakan bahwa mereka tidak bisa salah – oleh karena itu, artinya kepercayaan mereka tidak sesahih kepercayaan mu?

SS: Pada dasarnya, jika suatu Agama mengklaim bahwa ini TIDAK MEMPUNYAI KESALAHAN, namun itu mempunyai seperti 40 kesalahan, Agamanya berarti salah.

RD: Bagaimana jika kamu bertemu dengan seseorang yang tidak peduli – atau bahkan mencela – khususnya agama itu dan mempunyai kepercayaan mereka sendiri tanpa buku suci. Seperti contohnya, seseorang percaya dengan keberadaan Chthulu karena mereka mengklaim bahwa mereka telah mengambil Lompat Iman dan Chthulu telah merespon ke usaha dia dalam mencoba mencapai?

Apa menurutmu kepercayaan itu berarti sama-sama sahih dengan kepercayaan kamu untuk dipegang?

SS: Hampir, karena kita mempunyai Sihir yang seperti bisa bekerja.

RD: Oh, jelaskan kepada aku lebih banyak tentang itu. Aku sedang mencoba untuk memasukki Okkultisme dan topik-topik macam ini, aku bahkan sedang mempertimbangkan untuk membeli Lemegeton di masa depan.

SS: Tentu, aku bisa beri tahu tentang ini ke kamu.
Jadi aku bisa entah

  1. Beri tahu kamu dari diriku sendiri.
  2. Cantumkan suatu situs dengan cukup banyak info mengenai bagaimana cara untuk mempraktekan Sihir.

RD: Aku lebih ingin kamu sendiri memberi tahu aku tentangnya karena aku ingin mengetahui pendapat kamu secara pribadi karena itu yang kita lakukan sekarang. Dalam sisi lebihnya, aku ingin lebih mengetahui tentang bagaimana kamu memanfaatkan sihir ini, dan seterusnya.

SS: Ya, aku kurang lebih masih pemula dalam hal itu, namun sederhananya mempraktekan Sihir adalah ini:

  1. Kamu menaikkan energi.
  2. Kamu memprogram energi.
  3. Kamu mengarahkan energi.

Ini memperlukan kamu untuk sebelumnya bermeditasi, dan konsentrasi yang sangat besar, kamu bisa melakukan hal seperti, “Aku mendapatkan sejumlah uang yang banyak” dan kamu tidak lama lagi akan mendapatkan sejumlah uang yang banyak di masa depan.

RD: Kamu mengatakan ini bekerja?

SS: Ini memang benar bekerja.
Secara teknis, kamu bisa menggunakan Sihir ini untuk melukai orang-orang, ini dikenal sebagai Sihir Abu-Abu tapi aku tidak berurusan dengan itu.

RD: Bisakah kamu memberi suatu contoh di hidupmu dimana ini berhasil bekerja? Mungkin tentang contoh uang itu? Apakah kamu seorang miliarder, dimana sebelumnya kamu hidup dibawah Garis Kemiskinan, atau kapan sihir ini bekerja untuk mu jika kamu bisa memberi tahu?

SS: Satu detik.

RD: Tentu.

SS: Oke sekarang,

RD: Apakah kamu membaca mantra ke aku atau apa?

SS: Aku tidak tau apa panggilannya di Inggris, tapi pada dasarnya ini suatu perjudian. Ringkasnya, aku menggunakan mantra Uang, kemudian pergi membeli suatu tiket Judi dimana kamu entah hilang 3 Euro atau kamu memenangkan 1 Euro sampai ke 500rb Euro. Jadi, aku memenangkan 400 Euro dalam percobaan pertama, ini tentu sangat langka.

RD: Apakah kamu secara konsisten memenangkan 400?
Atau apakah itu satu kali saja setelah kamu menggunakan mantra uang tersebut?

SS: Ya, aku tidak membeli satu lagi tapi aku pada dasarnya mendapatkan paling sedikit 10 Euro setiap kali menggunakan Mantra tersebut.

RD: Bagaimana kamu menentukan bahwa mantra tersebut mempunyai suatu efek? Apa kamu “mematikan” mantranya dan menemukan bahwa kamu secara harfiah tidak mendapatkan uang sama sekali pada hari itu, atau apa kamu menemukan bahwa kamu secara konsisten mendapatkan uang 1 Euro pada permainan itu? Sejak kamu mengatakan bahwa pandangan dunia kamu itu berbasis pada sains, aku asumsi bahwa kamu mempunyai sikap yang ilmiah ketika datang ke kesimpulan itu.

SS: Kadang-kadang aku tidak menggunakan mantra itu, benar, dan tebak apa, hampir tidak ada Pendapatan.

RD: Tidak ada pendapatan pada permainannya?

SS: Kadang-kadang aku mendapatkan kembali uangnya namun secara keseluruhan aku membuat kerugian.
Jujur saja, aku sangat rekomendasi untuk kamu mencoba ini.
Aku takjub dengan Hasilnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: